A I S
( ARUS INFORMASI SANTRI )
REGIONAL JAWA TENGAH
A. Latarbelakang
Media sosial selalu berkembang dan mengalami kemajuan sangat pesat. Sesuai dengan perkembangan zaman sekaligus cara berfikir manusia akan selalu ada pembaharuan dalam produk teknologi. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan pernah bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusianya dari berbagai sektor, terutama dalam bidang teknologi. Kualitas masyarakat Indonesia bisa ditingkatkan dari teknologi yang mapan dengan tingkat melek literasi dan media yang mumpuni. Hal ini bisa memungkinkan kita untuk berfikir kreatif, inovatif, cerdas serta produktif dalam setiap sektor. Terutama dalam hal penggunaan fungsi media.
Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara Indonesia ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas. Sedangkan masyarakat cerdas harus terbentuk dari masyarakat yang mau belajar. Masyarakat belajar akan terbentuk jika memiliki kemampuan dan ketrampilan mendengar yang diiringi dengan minat sosial yang besar. Kepekaan sosial menjadi nilai penting bagi manusia yang mau belajar dan memahami lingkungan.
Apabila media sosial sudah menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia dari usia anak-anak, muda hingga dewasa, maka jelas perangkat gadget seperti smart phone tidak akan terlepas dari genggaman mereka saat beraktivitas. Hal inilah yang menjadikan media sosial sebagai kebutuhan pokok mereka dalam kehidupan yang harus dipenuhi.
Media sosial merupakan bagian vital dan pengaruhnya amat besar bagi masyarakat di negeri ini yang mayoritas mengkonsumi berita melalui media sosial yang cepat didapatkan. Melihat masyarakat di Indonesia sebagai masyarakat majemuk, hal ini juga yang melatarbelakangi terbentuknya komunitas Arus Informasi Santri Nusantara (AIS Nusantara). Sebagai wadah berkumpulnya para penggiat cyber media santri untuk mendiskusikan konten dan isu-isu yang sedang hangat dibicarakan.
Karena beberapa alasan tersebut arus informasi santri harus dikembangkan sebagai salah satu media dakwah untuk menebar banyak memanfaatan kepada khalayak dengan sajian berita yang tidak provokatif. Menjadikan media dakwah di media sosial sebagai tempat dakwah islam yang rahmatan lil ‘aalamin. Menebar damai kepada sesama santri dan umat muslim atau non muslim di Indonesia khususnya.
Komunitas AIS Nusantara ini penting adanya dikarenakan semakin banyaknya akun media sosial yang bertebaran memberikan sajian berita yang tidak proporsional. Selain itu juga menjadi wadah berkumpulnya cybermedia santri Nahdlatul Ulama dalam menggawangi aktivitas media dengan sentuhan santri dan islam damai.
Jumlah real follower pada platform media sosial (Instagram, Facebook dan Twitter) saat ini mencapai 1.500.000. kami prediksi perkembangan jumlah growth follower pada platform media sosial dalam naungan AIS-NU pada awal 2017 mencapai 3.000.000. Terus akan meningkat tiap tahun seiring berkembangnya teknologi.
Sementara pada platform Youtube Channel, website, televisi jumlah capaian pemirsa tergantung pada konten isu yang sedang hangat di perbincangkan di media sosial.
B. Sejarah berdiri
Berawal dari perhatian seorang santri akan media sosial instagram @alasantri yang memiliki banyak penggemar (netizen) di instagram, yang antusias dan penasaran dengan cerita tentang santri dan pesantren. Hingga mulai bermunculan akun instagram dari pesantren juga inisasi santri dan alumni untuk berbagi cerita di dunia pesantren. Ahmad Qomaruddin santri Assiddiqiyah Jakarta juga berinisasi membuat akun instagram dengan nama @Galerisantri, yang kemudian akhirnya membawa fikiran Ahmad Qomaruddin untuk mengumpulkan beberapa admin instagram santri untuk silaturrahim sekaligus diskusi.
Terkumpulnya wadah admin santri melalui group whatsapp pada tanggal 03 April 2016 sekaligus menjadi awal terbentuknya komunitas Admin Instagram Santri Nusantara (AIS-NU) ini di akui oleh Ahmad Qomaruddin dibantu oleh Yusuf Haryono selaku admin @Komplek_el Krapayak Yogyakarta, yang sangat menyambut hangat ide membentuk wadah untuk para admin instagram. Dari situlah hingga kini semakin banyak akun instagram santri dan pesantren yang meramaikan dunia sosmed dengan cerita-cerita di balik dinding pesantren dan kejian keilmuan yang ada di pesantren. Yang kini juga tergabung dengan komunitas AIS-NU.
Admin Instagram Santri Nusantara (AIS-NU) adalah sebuah komunitas digital yang terbentuk atas inisiasi beberapa admin sosial media instagram yang berbasis pesantren di tanah air, juga admin beberapa portal media santrri dan islam aswaja.
Pada tanggal 26 oktober 2016 di Yogyakarta, 50-an admin sosial media berkumpul dan sepakat utnuk meresmikan sebuah wadah “digital media networking” dengan nama AIS-NU.
Nama Admin Instagram Santri, kemudian bermetamorfosis menjadi ARUS INFORMASI SANTRI NUSANTARA, seiring berjalannya waktu karena platform media sosial yang digunakan bukan hanya pada Instagram saja.
Atas komando dari Koordinator Nasional AISNU, pada tanggal 23 Januari 2017 Arbi Mei Susilo, santri PPTQ Masjid Agung Surakarta membuat grup WhatsApp untuk mewadahi admin instagram pondok pesantren se-Jawa Tengah. Dari situlah muncul nama-nama seperti Ahmad Shofa Ulul Azmi, Arina Hasbana, Hilal Nasrullah, Minardi, Muis, gus Fadhil dan lain sebagainya. Bermula dari grup tersebut, maka direncanakanlah pembuatan akun Instagram @ais.jawatengah pada tanggal 27 Januari 2017.
Atas komando dari Koordinator Nasional AISNU, pada tanggal 23 Januari 2017 Arbi Mei Susilo, santri PPTQ Masjid Agung Surakarta membuat grup WhatsApp untuk mewadahi admin instagram pondok pesantren se-Jawa Tengah. Dari situlah muncul nama-nama seperti Ahmad Shofa Ulul Azmi, Arina Hasbana, Hilal Nasrullah, Minardi, Muis, gus Fadhil dan lain sebagainya. Bermula dari grup tersebut, maka direncanakanlah pembuatan akun Instagram @ais.jawatengah pada tanggal 27 Januari 2017.
C. Visi Misi
Visi
Digitalisasi dakwah ahlussunah wal jamaa’ah
Misi
a. Menjadi pusat informasi dan silaturrahim santri dan pesantren di seluruh Indonesia.
b. Menyajikan referensi ibadah ala aswaja.
c. Mendorong pesantren di seluruh Nusantara memiliki akun media sosial sebagai pusat mdia dakwah dan komunikasi pesantren.
d. Menyajikan konten yang sejuk dan rahmatan lil’alamin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar