AISNU Jawa Tengah

Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) Regional Jawa Tengah adalah Pusat Informasi Digital Santri Terbesar di Jawa Tengah. Part of AIS Nusantara

Tokoh

Pondok Pesantren

#ceritahorordipesantren





Madrasah TBS Kudus berdiri tanggal 7 Jumadil Akhirah 1347 H (tahun Alif) bertepatan dengan tanggal 24 Nopember 1928 M, pada masa penjajahan Belanda dan dua tahun setelah berdirinya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’ (NU), dengan nama: TASYWIQUTH THULLAB (TB) yang artinya “Gairah / Kecintaan yang amat sangat para siswa (terhadap ilmu pengetahuan)”. Nama ini diambil dari nama Pondok Pesantren yang berlokasi di dukuh Balaitengahan desa Langgardalem, Kota, Kudus. Pondok tersebut dikelola oleh KH Noor Chudlrin dengan Lurah Pondok saat itu KH Chadziq.


PENDIRINYA : 
Muassis atau pendiri Madrasah TBS Kudus adalah KH Noor Chudlrin dan KH Abdul Muhith alumnus Al Azhar Kairo.

TUJUAN BERDIRINYA :
Madrasah TBS Kudus didirikan dengan tujuan “Tafaqquh fid Diin” (memperdalam ilmu agama) mencetak dan mempersiapkan kader-kader Islam ahlusunnah wal Jama’ah yang alim, cerdas dan terampil, berwawasan kebangsaan dan berakhlaq mulia.

PERUBAHAN NAMA :
Semula Madrasah ini bernama madrasah “ Tasywiqut Thullab “ disingkat TB.

Pada tahun 1934 datanglah KH Abdul Djalil ( alumnus Timur Tengah ) menantu KH Noor Chudlrin menambah nama School sehingga menjadi “ Tasywiquth Thullab School “ disingkat TBS.

Pada tahun 1973 nama School diganti Salafiyyah atas saran dan nasehat KH Turaichan Adjhuri (Sesepuh dan Penasehat Madrasah TBS Kudus). Pada Tahun 1992 untuk menghadapi akreditasi, Madrasah harus punya Yayasan, sehingga saat itu Madrasah TBS Kudus bernaung di bawah Yayasan Arwaniyyah / Bapenu (Badan Pelaksana NU), sehingga di depan nama Madrasah ditambah NU menjadi Madrasah NU TBS.

Sumber: madrasahtbs.sch.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib