AISNU Jawa Tengah

Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) Regional Jawa Tengah adalah Pusat Informasi Digital Santri Terbesar di Jawa Tengah. Part of AIS Nusantara

Tokoh

Pondok Pesantren

#ceritahorordipesantren



Digitalisasi media, saat ini sudah semakin maju dan mudah diakses siapa saja, kapan saja dan dimana saja termasuk dalam mencari ilmu. Sudah bukan hal yang musykil berselancar di dunia internet saat ini dengan seluruh kemudahan yang ditawarkan, dari mulai alat (smartphone, laptop, komputer dll), hingga akses internetnya (banyak tempat yang sudah menawarkan fasilitas free wifi ataupun promo kuota murah dari berbagai provider).

Tetapi, kemudahan demi kemudahan tersebut kemudian dijadikan media oleh sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab untuk Menjerumuskan umat kejalan yang telah di setting oleh segelintir pihak.

Baru saja ramai di media seorang da'i disebuah acara di stasiun televisi swasta nasional, salah dalam menulis ayat al-qur'an, suatu hal yang sangat fatal apabila itu adalah kesalahan oleh seorang pendakwah, karena di dalam Al-Qur'an satu saja huruf ataupun harokat salah, akan mengubah arti dari ayat tersebut.

Atau dilain kasus, banyak ustad-ustad dadakan yang belum memiliki cukup wawasan keilmuan dalam berdakwah yang di angkat ke media karena popularitasnya yang melebihi ilmu agama yang dimiliki, sehingga oleh media menjadi makanan empuk untuk menaikkan ratting viewers.

Adapula aliran-aliran yang menjerumuskan sepertihalnya yang kerap dijumpai pada hampir semua platform media sosial, mulai dari Instagram, Facebook, Youtube dan lain sebagainya yang menyebutkan Walisongo adalah cerita fiktif karena tidak ada bukti otentik peninggalannya berupa kitab ataupun yang lainnya, ada pula sekelompok golongan yang mudah mengkafirkan golongan lain karena berbeda pandangan dalam beragama, naudzubillah....

Dari kasus-kasus diatas, inilah saatnya para santri untuk mengamalkan ilmu yang telah ditempanya di lingkungan pondok pesantren kepada masyarakat luas melalui media internet.

Sebarkan ilmu-ilmu yang sudah diijazahkan dari para asatidz baik berupa cuplikan-cuplikan tulisan, atau dalam bentuk video ataupun yang lainnya, karena apabila para santri hanya berdiam diri pasca boyong dari pondok, niscaya panggung dakwah akan diisi oleh artis-artis yang kurang mumpuni dalam berdakwah.

(M. Nuskan Abdi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib