AISNU Jawa Tengah

Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) Regional Jawa Tengah adalah Pusat Informasi Digital Santri Terbesar di Jawa Tengah. Part of AIS Nusantara

Tokoh

Pondok Pesantren

#ceritahorordipesantren


Beliau adalah kyai yang sangat zuhud dan hidup di pinggir sungai di daerah Walangsanga, Moga, Pemalang, Jawa Tengah. Masyarakat mengenalnya dengan sebutan Mbah Nur Moga.


Ada seorang santri kesayangan Mbah Nur Moga dari desa Kangkung, Mranggen, Jawa tengah yaitu Kyai Abdul Muid Elco yang sangat ta'dim dan patuh terhadap dawuh-dawuh Mbah Nur Moga. Bahkan, setelah wafat Mbah Nur Moga pun, Kyai Abdul Muid setiap tahun pasti kesana untuk meng-haul-i gurunya itu.


Kira-kira tahun pada 2011-an, ketika selesai berziarah dan ingin pulang, bisnya tiba-tiba mogok dan tidak bisa jalan. Bis ini diperbaiki sampai jam 3 malam, tapi tetap tidak bisa nyala. Kyai Abdul Muid akhirnya memutuskan untuk bermalam di makam Mbah Nor. .

Anehnya, tanpa diapa-apakan, paginya bis itu bisa menyala sendiri. Ketika sampai di pemalang kota, ternyata tadi malam ada bencana banjir besar bahkan air banjir bandang sampai berwarna hitam. Banjir bandang ini menyebabkan jembatan Comal Pemalang putus. Kejadian mobil yang mogok tanpa adanya masalah itu bisa disimpulkan bahwa Mbah Nur Moga tidak mengizinkan santri kesayangannya pulang karena tidak ingin santrinya yang baru saja sowan itu kena musibah diperjalanan pulangnya. (cerita ini dikutib dari rombongan peziarah haul Mbah Nur Moga dari desa Kangkung, Kecamatan Mranggen Kab. Demak).


Kediamannya Mbah Nur Moga memang tidak wajar. Kediaman beliau terletak di bawah dasar samping persis bibir sungai, yang bisa dibilang antara rumah beliau dengan sungai tidak ada jarak bahkan bisa dibilang menyatu dengan sungai. Tapi itulah yang membuat kekharismatikan Mbah Nur Moga semakin terlihat dan kesederhanaan rumahnya yang terbuat dari bambu (gedhek bahasa jawanya) itu semakin memperlihatkan kezuhudan beliau. Namun, uniknya, ketika banjir datang di sungai itu, air sungainya tidak pernah merendam rumah Mbah Nur Moga. Bahkan air sungainya yang meluap itu seakan mengalir miring menghindari rumah Mbah Nur Moga yang hanya terbuat dari bambu itu. Sebesar apapun banjir yang datang, pasti airnya miring dan tidak sampai menggenangi bahkan menyentuh pintu bilik rumah Mbah Nur Moga.

Sanad khabar dari @santriselamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib