
Kelak, ketika di mahsyar, foto ini akan saya pamerkan ke pada malaikat sebagai saksi ..
" Kang, kang malaikat ... iki lho bukti saya mencintai ulama'/kyai. Saya ingin selalu dekat dengan beliau-beliau. Nah, kalau gak percaya, ini saya tunjukkan bukti yang lain " ,kataku sembari menyodorkan Kalender NU yang juga bergambar foto para yai.
.
.
" Pye? masak beliau-beliau di surga sedangkan saya di neraka? bukankah kata njeng Nabi, manusia akan dikumpulkan dengan orang yang dicintai? ", aku menambahi.
.
.
Malaikatpun bingung, dan sebentar menahanku, untuk kemudian berunding dengan malaikat yang lain.
" Kang ... pye tha bocah iki? kok mbejujak njaluk lebokno surgo. Padahal penggaweane maksiat " , kata salah satu malaikat kepada yang lainnya.
.
.
Ditengah perundingan para malaikat itu, tiba-tiba Mbah Hasyim, Mbah Wahab, Mbah Bisri, Gus Dur, Gus Miek dan para ulama' lain melambai kepadaku dari arah surga.
" Le ... cepet melu. Mlebuo ! ", kata salah seorang yai.
.
.
" Pripun kang Ridhwan? Saya santri je ... masak mau nolak ajakan kyai? Nanti Saya kwalat ... ", kataku mengiba.
.
.
" Oke wis. Ndang mono ! Aku Ngizini kowe mergo ngurmati mbah Hasyim karo yai liane. Wis ojo metu neh, seng betah nang surgo yo ? " , kata Kang Ridhwan selaku penjaga Surga.
.
.
" Njeh ... siap, maturnuwun njeh kang " , kusalami ia dan kukecup tangannya.
Akhirnya akupun kegirangan.
.
.
.
Semoga kelak kita semua dikumpulkan dengan para shalihin. Aamiin ...
#gondelansarungekyai
Oleh M. Wamiq Hamadallah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar