Tokoh
Pondok Pesantren
#ceritahorordipesantren
SENG PENTING TERTIB..!!
Son Gohan seharusnya jadi petarung yang lebih hebat dari ayahnya. Sayangnya semangat latihannya tak seperti ayahnya sewaktu kecil. Gurunya juga Piccolo yang tidak bisa membimbing Gohan dengan baik sebagaimana Goku diajar oleh guru-gurunya.
Barangkali begitu juga beberapa generasi anak muda Nahdlatul Ulama, termasuk yang nulis ini. Yang sinaunya gak semangat tapi kakean sambat. Sukanya yang praktis biar lebih exis. Atau karena Kyai-kyai sekarang dianggap kurang bisa mengikuti zaman. Sehingga versi anak muda, poro Kyai tadi malah terkesan merusak NU.
Dari merasa lebih tahu apa itu NU, pada akhirnya terciptalah kyai-kyai muda yang dianggap lebih lurus dari yang sudah tua, menjadi panutan. Membuat kita laksana Gohan, lupa akan jati dirinya.
Selain itu, ibunya juga menuntut agar Gohan rajin belajar. Jadi gaes, ketika besar dia malah jadi ilmuwan. Padahal setau saya, bangsa Saiya itu fak-nya yo gelut, tarung, kepruk-kepruk'an. Fak-nya NU itu ya hurmat habib-kyai, ngaji kitab, tidak hanya ngandalke google. Klik like, koment, sebarkan, masuk surga. Ndasmu kui !! Tapi ya ndak papa..
Pola pikir tiap generasi itu berbeda.
Tapi ya ndak papa..
Setiap bangsa punya cara pandang yang gak sama. Itu kan bangsa Saiya, saya kira warga NU gak bisa disamakan seperti qiyas di atas.
Tapi ya ndak papa..
Saya husnudzon suatu saat kita semua akan bersama, mbuh makan bersama, mbuh gelut bersama. Eh, jangan sampai ah. Kita kan fren.
Tapi ya ndak papa..
ini cuma tulisan gak jelas..
mergo kopi ku sampun telas.. SELAMAT HARLAH NU Ke-92.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Mampir sini kang.
BalasHapusWww.ekspedisizaid.blogspot.com