Seorang Guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, walaupun bukan sepenuhnya kesalahan Guru tersebut.
Barangkali panjenengan ingat kisah salah satu Khalifah lautan Whitebeard dengan Blackbeard si murid pencuri karomah gurunya berupa ajian Gura Gura No Mi (pecah bumi). Blackbeard ini pula yang bikin Lora Luffy gregetan karena menyerahkan kakaknya Lora Portgas D. Ace ke TNI AL hingga akhirnya mati di tangan Pangdam Akainu.
Atau Yai Dumbledore beserta anak asuh imutnya Voldemort, yang tidak boleh disebut namanya karena terlalu sering digundul pengurus. Walkisah Mr.V ini mengobrak mengabrik dunia persilatan pagar nusa. Meski akhirnya dikalahkan oleh juniornya yang 'alim allamah, kang Hurry Fatrah (kebebasanku ada di jaman sebelum Nabi, terj: ngawur).
Atau kisah Syekh Hiruzen Sarutobi, one of Konoha's strongges deffender dengan muridnya Orochimaru sang pengkhianat Pesantren, meskipun pada akhirnya bisa dibilang ia taubah nasuha dan membantu secara tidak langsung perjuangan Gus Nartoh pada Perang Dunia Shinobi ke-4 memperebutkan hati Ning Hinata. Eh.
Tapi adakah Guru yang menginginkan anak didiknya menjadi penjahat? pelakor? mengusir santri gara-gara tidak hafal alfiah? atau bahkan menjadi semacam Shinigami, seperti kisah yang belum lama ini di madura? .
Saya rasa TIDAK..!!
Semua Guru menginginkan yang terbaik bagi santrinya. Hanya kadang, sang santri-lah yang belum dapat memahami sosok Gurunya, tiap pelajaran hidup dalam nasehatnya, tiap sayang terselip dalam marahnya, tiap petuah dalam diamnya, tiap berkah pada senyumnya. .
KITA, ya kita.. yang belum tahu dan belum bisa memahami ribuan Kebijaksanaan Sang Pencipta, yang dititipkan melalui para Yai penerus para Nabi. Maafkan kami wahai Guru, yang masih nakal ini. Rabbi inni dzolamtu nafsi, faghfirli.
#catatangepenk
#aisjawatengah
#aisnusantara
#cahpondok
#aistimewa
#alasantri
#aisnu
#nu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar